HANGZHOU — Kehadiran sebuah kursi roda pintar yang bergerak sepenuhnya lewat kendali gelombang pikiran tanpa membutuhkan bantuan tangan maupun tuas kemudi sukses menyita atensi publik pada kompetisi Global Brain-Computer Interface × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 yang berlangsung di Hangzhou, China.
Perangkat hasil rancangan AiMOGA Robotics yang diberi label AiMOGA BCI tersebut sukses mengamankan peringkat pertama dalam nomor perlombaan Mind-Driven Wheelchair Challenge. Alat mobilitas mutakhir ini sukses menuntaskan rute perlombaan dengan catatan waktu 2 menit 16 detik, memimpin sejauh 17 detik di depan kompetitor pada urutan kedua.
Xie Yuyang selaku Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics memaparkan bahwa riset serta perancangan inovasi tersebut difokuskan demi menghadirkan kembali ruang kemandirian gerak untuk kelompok penyandang disabilitas tingkat berat.
"Tujuan awal kami mengembangkan produk ini adalah untuk memberikan kemudahan dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi penyandang paraplegia tingkat tinggi, penderita strok, serta orang dengan gangguan mobilitas lainnya," tutur Xie Yuyang.
Mekanisme Kerja Gelombang Pikiran Mengarahkan Kursi Roda
Pilar teknologi utama penggerak sarana mobilitas ini mengandalkan konsep Brain-Computer Interface (BCI) atau antarmuka otak-komputer. Mekanisme ini beroperasi lewat metode non-invasif tanpa prosedur pembedahan medis pada tengkorak kepala, menggunakan pemindai aktivitas kelistrikan saraf electroencephalography (EEG) berspesifikasi 8 kanal.
Setiap pemakai cukup memakai instrumen EEG tersebut, kemudian memfokuskan konsentrasi ke sejumlah pilihan panduan arah yang terpampang pada monitor. Perangkat cerdas ini bakal menangkap gelombang sinyal EEG yang relevan lalu mengubahnya jadi instruksi maju, mundur, belok kiri, belok kanan, hingga berhenti.
Pihak AiMOGA menyatakan bahwa teknologi ini sanggup mencatatkan derajat ketepatan pembacaan instruksi EEG di atas 95 persen, disertai jeda latensi deteksi di bawah 3 detik.
Aplikasi gelombang EEG ini menyuguhkan solusi kendali alternatif untuk individu yang kehilangan fungsi gerak pada tangan maupun anggota badan, tetapi masih memiliki kesadaran utuh serta kapabilitas mencerna instruksi.
“Pengguna hanya perlu memusatkan perhatian pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan kursi roda tanpa menggunakan tangan,” ungkap Xie.
Ketika memenangi turnamen di Hangzhou, deretan peranti proteksi mutakhir AiMOGA BCI seperti sistem pendeteksi rintangan berbasis LiDAR serta peta navigasi mandiri sengaja dipadamkan demi mematuhi aturan pertandingan. Hal ini memastikan navigasi sepenuhnya bersumber dari akurasi sinyal saraf sang pengemudi.
Kendati demikian, dalam pemakaian rutin sehari-hari, AiMOGA BCI dilengkapi perlindungan komprehensif. Perangkat ini dipasangi LiDAR serta kamera berkedalaman khusus guna memantau sekaligus mengelak dari hambatan secara otomatis, layar sentuh, tombol rem darurat, dan opsi kendali manual oleh pendamping.
Ajang internasional di Hangzhou ini digelar berkat inisiatif National Healthcare Security Administration of China bersama Pemerintah Provinsi Zhejiang, yang diikuti oleh 415 tim dari negara maju seperti China, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Singapura.
(Rahman Asmardika)
