Grand Magasin Sisyphe Limbus Company — Karya video game bertajuk Limbus Company garapan studio Project Moon telah resmi meluncur ke pasaran sejak 26 Februari 2023. Memadukan genre Management Simulation serta mekanisme Turn-based RPG, judul ini lekas menyedot perhatian publik lantaran membawa atmosfer khas beserta benang merah dari proyek semesta Project Moon terdahulu, yakni Lobotomy Corporation dan Library of Ruina.
Petualangan naratif dalam permainan ini dikemas melalui babak cerita bernama Canto (istilah Italia yang bermakna Bab), menyoroti perjalanan dua belas figur Sinner di bawah arahan figur pemandu Vergilius di L. Corp.. Seiring berkembangnya alur cerita, bermacam-macam kelompok kriminal, kepribadian penting, hingga lokasi-lokasi krusial mulai terungkap ke permukaan, termasuk sebuah tempat ganjil bernama Grand Magasin Sisyphe.
Kalangan penikmat setia maupun pemain anyar barangkali masih merasa penasaran sekaligus bingung mengenai seluk-beluk kawasan gaib tersebut. Menjawab rasa penasaran tersebut, ulasan ini akan mengupas tuntas latar belakang Grand Magasin Sisyphe di Limbus Company!
PERINGATAN: Seluruh rangkuman dan paparan informasi pada artikel ini memuat bocoran cerita atau SPOILER Canto X: The Gaze Bearing.
Mengenal Lebih Dekat Grand Magasin Sisyphe
Grand Magasin Sisyphe merupakan kompleks pertokoan atau pusat perbelanjaan berskala masif yang cuma dapat dimasuki lewat gerbang kematian, menandakan bahwa posisinya tidak berada di dunia fana. Rute paling lazim bagi seseorang untuk terlempar ke kawasan ini adalah lewat eksekusi Sisyphe Penalty, yaitu vonis hukuman mati lewat tiang gantungan yang melempar kesadaran pikiran sang terpidana langsung ke ranah Sisyphe.
Jasad dari orang-orang malang yang menerima vonis Sisyphe Penalty nantinya ditaruh dan disimpan di dalam Sisyphe Tower milik N. Corp.. Tidak ada celah atau jalan keluar sama sekali untuk melarikan diri dari kungkungan Sisyphe, yang berarti kesadaran mereka terperangkap di sana untuk kurun waktu selamanya.
Sebagian besar sudut lantai Sisyphe dipadati oleh gerai busana pakaian, di samping sebagian petak kecil yang menjajakan santapan pangan atau perabotan hunian, dan seluruh komoditas yang diperjualbelikan di Sisyphe sejatinya terbuat dari organ-organ tubuh manusia.
Tata kelola sistem di lingkungan Sisyphe bertumpu pada asas konsumerisme autotelik, yang secara sederhana berarti budaya hedonisme ekstrem yang dipaksakan kepada seluruh lapisan pengunjung. Otoritas untuk menapaki tiap lantai ditentukan oleh akumulasi Eyeball (mata uang resmi Sisyphe) yang dihabiskan para individu, situasi yang kemudian memicu jurang ketimpangan kasta sosial yang tajam di dalam Sisyphe.
Seluruh jiwa yang bermukim di Sisyphe memperlihatkan stadium Distortion yang berbeda-beda. Sosok-sosok yang telah kehilangan akal sehat dan kewarasan secara mutlak dijuluki sebagai “Mannequin”. Kendati demikian, tidak seluruh perubahan fisik di Sisyphe murni berakar dari Distortion semata. Kalangan Giants membagi derajat mereka ke dalam kelompok khusus, salah satunya adalah kelompok “Furniture,” di mana postur wujud mereka dapat berganti menyesuaikan hasrat mereka masing-masing.
Operasional Grand Magasin Sisyphe dikendalikan oleh para Giants, kelompok berisi tiga (yang awalnya berjumlah empat) figur dengan mandat mengontrol gedung. Mereka memegang kekuasaan mutlak atas dinamika aktivitas perbelanjaan, serta sering menampakkan diri di hadapan individu sebagai entitas “Voice”, sarana manipulasi untuk mendikte pengunjung demi melahirkan pengikut yang patuh.
Peristiwa tewasnya salah satu sosok Giant, yang merupakan Ibu kandung Meursault, memicu keretakan hebat di dinding-dinding pertokoan sekaligus mematikan fungsi mekanisme kebangkitan bagi pelanggan yang binasa.
Menyusul gugurnya Ibu Meursault, jajaran Giant yang bertahan terpaksa memasang artefak Golden Bough sebagai pengganti kekosongan itu, sebuah langkah yang secara langsung mengintegrasikan Carmen sebagai Giant baru. Fenomena ini memicu mengalirnya substansi keemasan di celah retakan bekas tewasnya Ibu Meursault, dibarengi percepatan wabah Distortion bertahap pada segenap penghuni bangunan.
Rangkaian gejolak tersebut pada akhirnya melahirkan kubu perlawanan baru bernama Les Néants, gerakan yang berniat meruntuhkan Sisyphe dengan cara berbaur secara terselubung di tengah faksi-faksi lainnya.
Persaingan Le Noir dan Le Rouge
Dinamika sosial di Grand Magasin Sisyphe didominasi oleh dua kubu besar; yaitu faksi Le Noir serta faksi Le Rouge. Entitas ini pada dasarnya adalah dua “label” pakaian dagang yang beradu gengsi lewat garis rancangan model dan ideologi yang bertolak belakang.
Konsumen yang memilih tidak terafiliasi dengan salah satu label tersebut dilabeli sebagai kelompok Le Kaki, kelompok yang kerap menerima perlakuan diskriminatif dan permusuhan terbuka dari para anggota kedua kubu, walau masih ditemukan pula golongan independen di dalam pertokoan.
Pada masa-masa sebelumnya, wujud Sisyphe tidak melulu berupa pertokoan modern. Arsitektur tempat ini mengalami fase transformasi periodik yang dinamai “Season”, di mana struktur lamanya pernah berwujud lapangan alun-alun terbuka, ruang sidang pengadilan, akuarium raksasa, bungker pertahanan perang, sampai berupa gua dan pegunungan berbatu.
Rupa wujud yang senantiasa berganti mengikuti siklus Sisyphe hingga penetapan fase Season itu seutuhnya dirancang dan diatur oleh sosok Giant berjuluk “The Architect“.
Daftar Anggota Grand Magasin Sisyphe
Kompleks Grand Magasin Sisyphe memiliki susunan keanggotaan dan hierarki kepemimpinan internal yang terstruktur. Rincian hierarki tersebut terbagi sebagai berikut:
Petinggi Gedung
Alur Kejadian Penting pada Canto X
Babak Canto X: The Gaze Bearing terbagi dalam tiga bagian cerita naratif di semesta Limbus Company. Cerita ini menelusuri insiden penangkapan dan jalannya proses pengadilan terhadap figur Sinner kelima, Meursault, dengan Faust bertindak sebagai tim kuasa hukum pembela ditemani oleh Sinclair.
Sepanjang proses di pengadilan, Faust dengan penuh perhitungan menuntut agar Meursault diganjar vonis Sisyphe Penalty atas dakwaan kriminal pembunuhan terhadap Ibunya sendiri, sang Giant Sisyphus.
Pada momen berikutnya, Meursault diperlihatkan digantung mati di hadapan publik menggunakan jerat tali khusus, dan raga fisiknya lekas diangkut untuk disimpan di ruang N.Corp. Tower.
Sesudah momen eksekusi itu tuntas, Faust membeberkan bahwa dirinya telah merajut kesepakatan rahasia bersama faksi Nine Literatures untuk membantu misi pelepasan Meursault sekaligus merebut artefak Golden Bough selanjutnya, yang tersimpan di dalam dimensi virtual berbentuk mall perbelanjaan bertajuk Grand Magasin Sisyphe.
Sebuah kawasan mengerikan di mana setiap pengunjung dipaksa memburu mode tren fatal demi memuaskan arahan para Giant pengelola Sisyphe, dan memegang peran vital dalam rantai industri komoditas “Canned Experience” khas N. Corp..
Daftar Sinner dengan Identitas Grand Magasin Sisyphe
Di bawah ini merupakan rangkuman ID Grand Magasin Sisyphe yang dapat diperoleh dan digunakan para Sinner di Limbus Company saat ini:
Sekian ulasan mendalam mengenai latar belakang Grand Magasin Sisyphe di Limbus Company. Permainan ini sekarang dapat diakses secara leluasa lewat perangkat Android, iOS, maupun PC melalui Steam.
Simak terus ulasan menarik dari Gamebrott seputar Limbus Company atau karya artikel informatif lainnya dari Nadia Haudina. Untuk keperluan korespondensi lebih jauh dan kebutuhan lainnya, silakan hubungi tim kami via [email protected].
