Akhir-akhir ini, Denuvo gencar menjaga berbagai karya digital seperti game PC milik mitra bisnis mereka. Sejumlah langkah pertahanan terus digulirkan, khususnya guna menangkal aksi peretasan game yang memanfaatkan metode Hypervisor.
Kini, beredar kabar bahwa teknologi DRM besutan Irdeto tersebut telah ditingkatkan performanya demi menahan trik eksploitasi itu. Apakah rumor tersebut terbukti tepat?
Dugaan Peningkatan DRM Denuvo demi Halau Trik Hypervisor
Mengutip laporan dari Star Wars Gaming, Denuvo menghadirkan pembaruan sistem proteksi agar kian sulit ditembus, khususnya via celah Hypervisor. Pembaruan ini kabarnya telah disematkan langsung pada peluncuran game anyar Star Wars yang bertajuk Star Wars: Galactic Racer.
Keterangan tersebut tampak jelas pada laman etalase Steam milik Star Wars: Galactic Racer, dengan pencantuman teks “Incorporates 3rd-party DRM: Denuvo Anti-Tamper 5 machine activation limit”.
Mekanisme Pembaruan Sistem DRM Teranyar
Sebagian orang mungkin menduga aturan DRM anyar dari Irdeto ini membatasi proses instalasi hanya sebanyak lima kali sesudah transaksi pembelian. Padahal, operasionalnya sama sekali tidak demikian.
Menurut rujukan media yang sama, tulisan “Incorporates 3rd-party DRM: Denuvo Anti-Tamper 5 machine activation limit” sesungguhnya mengacu pada batasan proses aktivasi judul game tersebut pada mesin komputer yang berlainan.
Penerapan aturan baru ini berpotensi memicu kendala bagi sebagian pemain, terutama pengguna yang terbiasa berganti komponen komputer pribadi secara berkala atau gemar menjalankan game di berbagai perangkat berbeda.
Hingga tulisan ini rampung dipublikasikan (10/10), Star Wars: Galactic Racer edisi PC terpantau belum berhasil ditembus menggunakan metode Hypervisor. Belum bisa dipastikan apakah game ini tetap berpeluang dibajak menyusul hadirnya peningkatan proteksi dari Irdeto.
Simak terus ulasan memikat Gamebrott lainnya seputar Denuvo maupun karya tulisan lain racikan Muhammad Faisal. Untuk kebutuhan informasi lebih lanjut serta penawaran kerja sama, hubungi kami via [email protected].
