Cicit Mussolini Debut untuk Cremonese, Jadi Pahlawan Lawan Sassuolo
Romano Benito Floriani Mussolini, cicit dari Benito Mussolini, menjalani debut sensasional di Serie A bersama Cremonese ketika menghadapi Sassuolo. Meski baru berusia 22 tahun, ia langsung meninggalkan kesan mendalam dan menjadi penentu kemenangan timnya.
Masuk di Menit Akhir
Romano masuk lapangan pada menit ke-83 menggantikan Alessio Zerbin saat skor masih imbang 2–2. Pergantian itu awalnya tampak sekadar taktis, namun justru berujung krusial bagi Cremonese.
Penalti Penentu
Pada masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-92, Mussolini muda sukses memaksa bek Sassuolo melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Wasit langsung menunjuk titik putih, dan Manuel De Luca yang menjadi eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan. Gol itu mengunci kemenangan dramatis 3–2 untuk Cremonese.
Awal Impian untuk Tim Promosi
Kemenangan ini membawa Cremonese, tim promosi Serie A, meraih dua kemenangan beruntun di awal musim. Catatan tersebut membuat mereka sementara bertengger di papan atas klasemen, sesuatu yang jarang terjadi bagi tim yang baru naik kasta.
Perjalanan Karier Romano
Romano Floriani Mussolini adalah produk akademi AS Roma sebelum pindah ke Lazio pada usia remaja. Ia sempat bermain di Serie B bersama Juve Stabia musim lalu dengan catatan 33 pertandingan. Musim ini, Lazio meminjamkannya ke Cremonese untuk menambah jam terbang di kasta tertinggi.
Fokus pada Karier, Bukan Nama Keluarga
Meski nama belakangnya sarat sejarah politik, Romano menegaskan dirinya hanya ingin dikenal sebagai pesepak bola profesional. Ia berusaha membuktikan diri di lapangan dan tidak ingin dibebani warisan keluarganya.
Leave a Reply