JAKARTA – Sekelompok peneliti dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi memperkenalkan Model Komunikasi Politik Digital menggunakan teknologi Trustworthy Explainable Artificial Intelligence (TREX-AI). Inovasi canggih tersebut difungsikan untuk melacak potensi bahaya sekaligus memetakan penyebaran wacana radikalisme beragama pada jagat maya, Rabu (7/10/2026).
Dekan FIDKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bertindak sebagai ketua periset, Prof. Gun Gun Heryanto, mengungkapkan riset berkonsep mixed method ini berhasil menjaring 1.500 partisipan kuantitatif ditambah metode Focus Group Discussion (FGD) kualitatif pada beberapa wilayah kota.
Dirinya menuturkan bahwa lewat pengujian menyeluruh terhadap 64 parameter, kelompok akademisi menetapkan 34 parameter kunci yang sahih guna membangun purwarupa perangkat lunak TREX-AI.
"Dari TREX-AI itu kita bisa mendeteksi percakapan di media sosial dengan data crawling di big data untuk memetakan narasi ekstremisme apa yang muncul hari ini, pekan ini, atau bulan ini," ungkap Gun Gun Heryanto di Ruang Teater Lantai II FIDKOM UIN Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Ahli komunikasi politik tersebut menguraikan jika mekanisme kecerdasan buatan itu tak sekadar mengidentifikasi tulisan belaka, tetapi sanggup memetakan cakupan daerah dan derajat kerawanan secara detail.
"Kemudian bisa kita lihat juga zonasinya di mana narasi itu muncul. Apakah warnanya merah, artinya harus segera dilakukan penindakan. Penindakan itu berupa action yang dilakukan oleh para pihak yang memang terhubung," jelasnya.
Selain itu, dia menggarisbawahi pengembangan platform AI tersebut ditujukan agar terhindar dari fenomena black box, melainkan hadir menjadi mekanisme transparan yang bisa dipertanggungjawabkan. Studi jangka panjang ini digadang-gadang melahirkan Digital Religious Extremism Risk Index (DRERI) untuk landasan pengambilan keputusan negara.
"Jadi Digital Religious Extremism Risk Index ini diharapkan bisa menjadi policy di Kementerian Agama dan Kementerian Komdigi, sekaligus berjejaring dengan BNPT. Terutama yang menjadi sasaran adalah anak-anak muda yang rentan terpapar karena merupakan digital native," pungkas Gun Gun.
Adapun susunan keanggotaan riset ini melibatkan para pengajar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Dr. Rubiyanah, M.A. bersama Abdul Azis, M.P., serta sivitas akademika UIN Mataram Zaenudin Amruloh, M.A.
(Rahman Asmardika)
